Salah Kaprah Menabung Dan Investasi

By | October 8, 2020
No ratings yet.

Menabung Dan Investasi | “Marilah duitnya ditabung buat hari depan”, demikian arahan banyak orang-tua terhadap anak anaknya yang barusan diterima kerja. Atau juga ada yang mengatakan “Kalaupun kamu nggak dapat nabung karenanya kelak tua nya sulit”. Nah di sini tampak masih ada salah kaprah yang salah dengan KONSEP MENABUNG.

Banyak orang-orang penyuka salah atau salah kaprah menampatkan kesibukan ini : MENABUNG serta INVESTASI.

Menabung Dan Investasi

perbedaan menabung dan investasi

Sebab pada dasarnya MENABUNG serta INVESTASI itu merupakan dua transaksi finansial yang paling tidak serupa.

Pingin tahu kan perbedaannya apa ?

Kita review dari 3 unsur saja ya maka dari itu waktu yang akan datang tak ada lagi salah tafsir perihal kedua-duanya

TUJUAN

Kalaupun menabung merupakan kesibukan mengerjakan penyimpanan beberapa dana yang disisihkan sebab tak dikonsumsi untuk dipakai kapan saja kalau berlangsung beberapa perihal yang tak dibutuhkan.

Contohnya ban mobil kita bocor serta mesti ditambal, oleh karena itu gunakan dana yang terdapat di tabungan. Atau tetiba ada satu diantaranya bagian keluarga dekat menikah maka dari itu kita mesti travelling ke satu kota, nah untuk membeli tiketnya itu diambil dari dana yang ada pada tabungan.

Baca Juga: Panduan Lengkap Memulai Investasi Reksadana

Jadi tabungan bisa berperanan jadi dana krisis untuk beberapa perihal yang belum atau mungkin tidak dianggarkan lewat cara teratur.

Dan kalaupun investasi semakin punya tujuan pada animo nilai asset di hari depan. Di sini kita mengerjakan transaksi finansial di waktu saat ini dengan angan-angan instrument atau benda yang kita mempunyai dapat punya nilai yang semakin tinggi dari harga yang kita bayarkan saat ini.

Contoh kita beli rumah dengan angan-angan dalam 10 tahun depannya dapat berlangsung animo dari harga asset/harta konsisten itu.

CARA TRANSAKSI

Investasi saham itu mensyaratkan kita untuk mengerjakan kesibukan Membeli – Jual. Beli instrument /asset yang mau disimpan dalam saat khusus contohnya emas, rumah, saham maupun reksadana itu anyar 50% dari kesibukan investasi. Bekasnya merupakan sewaktu kita jual instrument/asset sehabis berlangsung peningkatan sesuai sama obyek yang didambakan. Namun untuk beberapa instrument seperti saham kadang-kadang kita jual asset itu manfaat menjauhi turunnya nilai asset barusan.

Kalaupun menabung itu mensyaratkan kita untuk rajin Setor/Taruh serta kadang-kadang mengerjakan Tarik/Withdraw. Tanpa adanya dana yang disetor karena itu tidak ada yang dapat ditarik. Tanpa adanya yang disimpan bagaimana kita dapat pakainya jadi dana krisis.

RESIKO

Yang namanya menabung rata-rata minim dampak : baik di taruh di celengan atau disimpang dib bank. Dampak di sini dipautkan dengan pengurangan jumlah (terkecuali untuk ongkos rekening bulanan serta ongkos transfer antar bank). Tidak hanya itu simpanan di bank pula ditanggung oleh Instansi Penjamin Simpanan sampai Rp 2 milyar, jadi kalaupun berlangsung kapasitas fraud atau bank yang dilikuidasi dana nasabah masih bisa dikembalikan.

Tidak serupa perihalnya dengan investasi yang ada kapasitas dampaknya. Instrumen investasi seperti saham serta reksadana ada dampak pengurangan harga atau diketahui dengan nama Capital Loss. Dan investasi properti yang harga berkecenderungan naik ada kapasitas likuiditas di mana asset tak dapat dipasarkan dalam waktu cepat bergantung persediaan serta permintaan perencanaan keuangan. Sama juga juga dengan investasi lindung nilai safe haven seperti emas juga dapat mempunyai dampak pengurangan nilai serta likuiditas.

Telah mulai pahamkan perbedaannya di antara MENABUNG serta INVESTASI ? Nggak salah kaprah lagi kan ? Nah jadi kalaupun kelak ortu ngomong “nabung supaya dapat pensiun bahagia” langsung dijawab “investasi dong supaya dapat pensiun bahagia”

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *